Minggu, 28 Maret 2010

Bayi Mengerti Perasaan Anjing


Penelitian terbaru menemukan bahwa bayi usia 6 bulan dapat mengasosiasikan geraman marah atau salakan riang seekor anjing dengan gambar anjing yang dihadapkannya. dari temuan itu, dapat disimpulkan bahwa bayi dapat menerjemahkan emosi bahkan sebelum ia belajar berbicara.

"Emosi ialah salah satu hal pertama yang diserap bayi dari lingkungan sosial," jelas Ross Flom yang merupakan kepala peneliti. Beliau ialah profesor psikologi dari Brigham Young University, Utah.

Penelitian dilakukan terhadap 128 bayi, masing-masing 32 dari empat kelompok umur (6, 12, 18, dan 24 bulan). Hasilnya, bayi dapat membedakan mana gonggongan anjing yang kasar dan tidak ramah, mana gonggongan yang bersahabat. Tak terkecuali bayi yang usianya baru 6 bulan maupun bayi berusia hingga 2 tahun.

Namun, perbedaan besar terletak pada reaksi. Artinya, bayi yang lebih besar memiliki respon berbeda dari bayi 6 bulan. Bayi 6 bulan akan fokus pada gambar itu, menunjukkan ekspresi wajah galak, dengki saat menemukan gambar. Sementara bayi berumur 1-2 tahun, walau mereka pun dapat memahami emosi anjing di gambar dengan tepat, cenderung lebih acuh.

Dalam riset sebelumnya tentang kecerdasan bayi, disebutkan pula bahwa bayi memperlihatkan tanda-tanda kemampuan membaca ekspresi wajah dan lagu kalimat (intonasi) pada pembicaraan. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi waktu ketika ia mengamati dan merekam sesuatu.

Senin, 22 Maret 2010

Fenomena Alam Gerhana Matahari Terlihat Sebagian di Medan


Gerhana matahari yang terjadi pada Rabu (22/7) terlihat sebagian di Kota Medan dan sekitarnya. Hal ini disebabkan posisi terhalangnya matahari oleh bulan tidak persis di kawasan Medan dan sekitarnya.

Di Tanah Air, gerhana matahari hanya terlihat di wilayah yang berada di atas garis khatulistiwa. "Semakin ke barat wilayah Indonesia akan semakin jelas terlihat. Posisi ideal pengamatan gerhana kali ini ada di wilayah Nepal, India, dan sebagian China. Di Medan dan sekitarnya posisi gerhana terlihat di kuadran ketiga jika kita bagi bayang gerhana itu dalam sebuah lingkaran. Posisinya terlihat di bagian kiri bawah bayang-bayang bulan yang menghalani sinar matahari," tutur Kepala Stasiun Geofisika Tuntungan, Deli Serdang, Rifwar Kamin, Rabu saat dihubungi dari Medan.

Tim Stasiun Geofisika Tuntungan dan sejumlah mahasiswa melakukan pengamatan gerhana bersama. Mereka mengamati gerhana dengan memakai bantuan theodolite (alat untuk melihat benda jarak jauh). Pada fase awal gerhana ini tidak terlihat sama sekali.

Namun, menjelang fase puncak, yaitu tertutupnya cahaya matahari oleh bulan, tim pengamat dan mahasiswa berhasil melihat mulai pukul 06.58 sampai pukul 07.51. Rifwar mengatakan, fenomena gerhana ini merupakan fenomena alam tahunan.

Gerhana matahari terlihat sempurna di tempat yang sama akan terjadi pada periode 100 tahunan. Masyarakat Kota Medan dan sekitarnya tidak banyak yang tahu bahwa hari ini terjadi gerhana. Aktivitas berjalan seperti biasa dan di sejumlah wilayah tertutup kabut asap yang belakangan terus menggelayut di langit.

Rabu, 17 Maret 2010

Boneka Muslim Lucu

Apakah anda sedang mengajarkan anak anda tentang agama Islam? Jika jawaban anda adalah ya, maka menggunakan boneka adalah cara yang sangat tepat kalau menurut saya. Boneka merupakan mainan yang tidak bisa di pisahkan dari anak perempuan. Dia biasanya suka memandikan, menggantikan baju boneka kesayangannya.

Anda bisa membangun ketertarikan si kecil untuk menggunakan BAJU MUSLIM dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan boneka muslim yang kini telah tersedia banyak di toko mainan. Anda bisa mengenalkan BUSANA MUSLIM kepada anak anda tanpa anda sadari, dan dia secara tidak langsung pasti akan timbul ketertarikan untuk memakai baju yang sama dengan yang dipakai bonekanya. Tentu saja anda harus memakai busana muslim terlebih dahulu, sehingga ketertarikan si kecil untuk memakai pakaian yang sama dengan anda akan menjadi lebih besar. Silahkan anda terapkan cara ini, dan di pastikan si kecil akan merengek-rengek memakai baju muslim, sesuai dengan yang di kenakan oleh ibunya dan boneka kesayangannya.

Minggu, 14 Maret 2010

Awan Hambat Pengamatan Gerhana di India


Daerah pertama yang dapat mengamati fenomena gerhana matahari total adalah daerah di India. Kegelapan langsung menyelimuti wilayah di sana dan berlangsung hanya beberapa saat setelah matahari terbit.

Peneliti, pelajar, dan pencinta lingkungan berkumpul di sebuah padang luas di India untuk melihat gerhana matahari total terlama pada abad ke-21 ini. Meskipun begitu, awan tebal dan hujan mengagalkan rencana untuk melihat fenomena gerhana tersebut dengan tuntas.

Gerhana mulai berlangsung pukul 5.30 waktu setempat atau sekitar 07.00 dan pertama kali tampak di Kota Gauhati. Gerhana yang hanya bisa dilihat di wilayah Asia tersebut mencapai puncaknya pada pukul 06.20 waktu setempat.

Daerah yang paling lama mengalami fenomena gerhana matahari total di India adalah Taregna, yakni 3 menit 48 detik. Sayang, selama gerhana berlangsung, awan tebal menutupi pandangan.

Semakin siang, fenomena ini akan dapat diamati di bagian timur dan utara Asia, seperti Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, sebagian Jepang, dan China hingga berakhir di Samudra Pasifik.

Kota-kota di China menjadi daerah yang paling beruntung dapat menyaksikan gerhana matahari total selama 6 menit 39 detik. Ini merupakan gerhana matahari total terlama sepanjang abad ke-21 ini. Gerhana dengan durasi yang sama pada hari ini baru akan berlangsung lagi pada 2132.

"Kegembiraan dan keunikan dari gerhana matahari total telah menarik kami untuk mengunjungi tempat ini. NASA sudah menyatakan bahwa tempat ini akan menjadi tempat terbaik untuk melihat gerhana matahari total," ujar Michel Vancaster, seorang astronom amatir yang datang dari Belgia untuk menyaksikan gerhana matahari total.

Selain dimanfaatkan untuk pengamatan, fenomena gerhana matahari total ini ternyata juga dimanfaatkan sebagai kesempatan bisnis. Sebuah agen perjalanan di India mempersiapkan sebuah penerbangan untuk menikmati gerhana dari udara dan memberikan harga tinggi pada kursi yang menghadap matahari.

Sabtu, 06 Maret 2010

15 Danau Mengalami Sedimentasi Parah

Dua danau di Pulau Sulawesi direkomendasikan dikeruk akibat sedimentasi berat. Keduanya adalah Danau Limboto di Provinsi Gorontalo dan Danau Tempe di Provinsi Sulawesi Selatan.

Keduanya masuk Program Pengelolaan Danau Prioritas Tahun 2010-2014 yang total berjumlah 15 danau. Sebanyak 15 danau lainnya masuk prioritas program rehabilitasi tahun 2015-2019.

Selain dua danau dikeruk, juga dilakukan peningkatan kualitas air, peningkatan komitmen pemerintah, pemulihan kawasan terpadu, pengawasan pemanfaatan multifungsi danau, peningkatan pariwisata, dan program perubahan iklim.

”Kami butuh kerja sama departemen lain dan pemerintah daerah untuk memenuhi target itu,” kata Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Masnellyarti Hilman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/7).

Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) memprakarsai Konferensi Nasional Danau Indonesia: Pengelolaan Danau dan Antisipasi Perubahan Iklim di Bali, 13-15 Agustus 2009. Diperkirakan ada 700 peserta dari sembilan departemen dan kementerian serta pemerintah daerah.

Data KNLH menunjukkan, dari 22 sungai yang mengalir ke Danau Limboto, hanya dua sungai masih mengalir ketika musim kemarau. Kondisi hampir sama terjadi di Danau Tempe.

Selama 1972-2002 laju penyusutan luas Danau Limboto 50 hektar per tahun dan laju sedimentasi 1,5-50 sentimeter (cm) per tahun. Tanpa rehabilitasi kerusakan lahan dan pengendalian limbah domestik, tahun 2034 danau itu akan menjadi legenda.

Sementara itu, laju sedimentasi di Danau Tempe mencapai 1-3 cm per tahun. Tanpa intervensi rehabilitasi, Danau Tempe diperkirakan hilang setiap musim kering pada tahun 2018.

”Banyak lahan kritis, hutannya juga sedikit,” kata Asisten Deputi III Urusan Pengendalian Kerusakan Sungai dan Danau Antung D Radiansyah.

Menambah ironis

Masifnya kerusakan danau-danau di Indonesia menambah deret ironi kekayaan alam Tanah Air setelah pembabatan hutan dan eksploitasi sumber daya alam besar-besaran.

Dari data KNLH, ada 840 danau besar dan 735 danau kecil di Indonesia. Danau-danau itu menyediakan 72 persen suplai air permukaan di Indonesia.

Danau-danau juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, wisata, irigasi, dan budidaya perikanan. Namun, daya dukungnya terus menyusut drastis akibat pola pembangunan dan pengelolaan yang mengabaikan fungsi penting dan daya tampungnya.

Salah satu contoh pengabaian perhitungan daya tampung danau adalah kematian massal ikan di Danau Maninjau, Sumatera Barat, pada akhir tahun 2008 lalu hingga mencapai 13.413 ton atau setara dengan Rp 150 miliar.

Kejadian serupa pernah terjadi di tempat lain dalam skala berbeda-beda. Namun, terus berulang dan merugikan para pembudidaya ikan.

”Waktunya mengubah pola pikir tentang pengelolaan dan peran danau dalam pembangunan,” kata Masnellyarti.

Sebagai langkah perubahan, setidaknya membutuhkan komitmen sembilan departemen dan kementerian untuk kesepakatan pengelolaan danau berkelanjutan. Sejumlah target sudah dibuat dan rencana pengelolaan berkelanjutan disusun untuk dibahas pada pertemuan di Bali pada Agustus 2009 mendatang.

Untuk mendanai program tersebut butuh dana besar. Untuk itu, KNLH akan mengajak semua departemen dan kementerian yang terlibat pengelolaan untuk turun tangan.